Artikel

Perkembangan teknologi informasi & komunikasi 

   Di tengah dunia yang terus berubah, teknologi melesat maju tanpa menoleh ke belakang. Kehadirannya merasuki setiap sudut kehidupan, menjelma menjadi jantung dari peradaban modern. Di balik layar-layar yang bersinar dan jaringan tak kasatmata yang menghubungkan manusia di seluruh penjuru bumi, berdiri sebuah ilmu yang menjadi dasar segalanya: informatika. Ia bukan sekadar kumpulan kode dan data, melainkan seni mengatur informasi, menyimpannya, mengolahnya, dan mengalirkannya seperti sungai pengetahuan yang tak pernah kering. Semakin canggih teknologi, semakin dalam pula dunia informatika menggali kemampuannya—menciptakan kecerdasan buatan, menjaga keamanan dalam bayang-bayang digital, hingga mengurai persoalan rumit hanya dengan baris-baris logika. Tapi sebagaimana cahaya menciptakan bayangan, kemajuan ini pun membawa tantangan: godaan untuk terlalu bergantung, ancaman terhadap privasi, dan pertanyaan besar tentang batas manusia dan mesin. Dunia ini, kini, bukan hanya milik kita—tapi juga milik algoritma yang kita ciptakan sendiri.

   Semakin cepatnya arus zaman, teknologi menjelma menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Ia menyapa manusia lewat kilatan layar, menghadirkan dunia dalam genggaman. Informasi mengalir deras, tak lagi harus dicari dalam tumpukan buku berdebu. Dengan satu sentuhan, segala pengetahuan terbuka, menjangkau ujung dunia tanpa harus melangkah keluar rumah. Bukan hanya soal ilmu, tapi juga hiburan—teknologi tahu cara membuat manusia tertawa, terharu, bahkan terlena. Video pendek yang menghibur, permainan yang mendebarkan, hingga alunan musik dari belahan dunia lain, semua dapat dinikmati kapan saja. Tak ketinggalan, para guru virtual hadir dari segala penjuru, membagikan ilmu tanpa batas waktu dan tempat. Komunikasi pun kini secepat kilat—sebuah pesan mampu melintasi jarak ribuan kilometer dalam sekejap. Dan yang tak kalah penting, berkat teknologi, banyak orang mulai berani menunjukkan bakatnya, menari dalam cahaya yang dulu tak pernah mereka bayangkan. Namun, seperti dua sisi mata uang, kemudahan ini membawa bayangan. Waktu—sesuatu yang begitu berharga—sering kali terabaikan. Jam-jam berlalu tanpa sadar, terkubur dalam guliran layar yang tak ada habisnya. Di balik kilatan informasi, terselip jebakan berupa berita palsu yang bisa menggiring siapa saja ke arah yang salah. Teknologi juga perlahan menciptakan jarak di antara manusia. Percakapan hangat berganti dengan emoji dingin, pertemuan nyata tergantikan oleh layar datar. Tak jarang, prestasi belajar merosot, bukan karena kurangnya kemampuan, tapi karena waktu belajar tergeser oleh hiburan yang terlalu mudah diakses. Dan saat hari berganti malam, banyak yang menatap layar dengan mata lelah dan hati kosong—menyadari bahwa waktu terbuang, tapi tak tahu bagaimana cara berhenti. Teknologi adalah anugerah—namun seperti api, ia bisa menghangatkan, juga membakar. Maka, mereka yang bijak akan tahu: memanfaatkannya tanpa terperangkap, dan mengendalikannya tanpa dikuasai.

   Di dunia ini yang terus bergerak cepat, teknologi hadir bagai dua mata pedang—mempermudah hidup, namun diam-diam menyimpan jebakan. Kita pun harus bijak menapaki jejak digital, tak hanya terpukau oleh kemudahannya. Belajar memilah informasi, membatasi waktu menatap layar, menjaga rahasia pribadi, dan bersikap santun di dunia maya adalah tameng kita. Sebab jika tak hati-hati, alat yang kita ciptakan bisa saja perlahan mengendalikan kita.

Rangkuman bab 2

A. Penerapan Computational Thinking

  Budaya media internet banyak memengaruhi dan mengubah kebiasaan kita di berbagai aspek kehidupan berkomunikasi kita selama ini; misalnya transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka, kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui internet.

1. Persoalan Komputasi dan Otomasi Yang Lebih Kompleks

   Kehadiran teknologi komputasi yang semakin canggih telah merubah gaya hidup yang berdampak pada tuntutan kompetensi manusia. Computational thinking sebagai teknik pemecahan masalah yang sangat luas dalam cakupan penerapannya. Empat prinsip yang tercakup di dalam pemikiran komputasional yaitu dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan perancangan algoritma.

2. Identifikasi Persoalan Komputasi dan Otomasi
  
   Teknologi juga membangkitkan proses kultural dalam masyarakat yang diterapnya. Technopoly yaitu sejauh mana suatu masyarakat siap memasuki zaman yang ditandai oleh supremasi teknologi sebagai sumber daya pembangkit baru tanpa merapuhkan ketahanan budayanya sendiri.

a. Konsep Pembelajaran

   Dalam sistem pembelajaran modern saat ini, peserta didik bukan hanya berperan sebagai komunikan (penerima pesan), tetapi bisa bertindak sebagai penyampai pesan (komunikator). Dalam kondisi seperti itu maka terjadi apa yang disebut dengan komunikasi dua arah atau bahkan komunikasi banyak arah.

b. Proses berpikir

1.) Berpikir konseptual
2.) Berpikir semi konseptual
3.) Berpikir komputasional

c. Efektivitas sebuah komunikasi
  
  Di dalam komunikasi terdapat beberapa komponen yang terlibat, yaitu komunikator, komunikan, channel, message, feedback dan noise. Dipahami atau tidaknya sebuah pesan oleh komunikan tergantung dari feedback yang diberikan oleh komunikan.

3. Jenis dan media pembelajaran komputasi

a. Media pembelajaran komputasi
Media pembelajaran komputasi terdiri unsur hardware sebagai sarana yang digunakan untuk menyajikan pesan ajar tersebut sebagai informasi yang akan disampaikan kepada peserta didik.

D. Media Pembelajaran Komputasi
Komputasi adalah istilah umum yang mengacu pada teknologi, yang digunakan untuk mengumpulkan, mengedit, dan mendapatkan informasi.

1) Penggunaan komputasi:
→ Sebagai alat bantu
→ Sebagai media proses pembelajaran

2) Masalah-masalah dalam penerapan media komputasi:
→ Sarana sekolah belum memadai
→ Keterbatasan biaya dan tenaga operasional komputasi
→ Kondisi keamanan sekolah kurang memadai

4. Implementasi Persoalan Komputasi dalam Sistem Terpusat dan Terdistribusi

1. Sistem Terpusat:
→ Sistem ini menggunakan satu komputer utama (server) yang menangani semua proses komputasi dan penyimpanan data.

2. Sistem Terdistribusi:
→ Sistem ini menggunakan beberapa komputer yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas secara paralel.

B. Mengatasi persoalan komputasi dan otomasi

1. Teori konpleksitas komputasi 
   Komputer digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah karena lebih cepat dibandingkan metode manual. Kompleksitas komputasi mengacu pada kesulitan dalam menyelesaikan masalah, salah satu yang digunakan adalah parallel processing.

a. Bahasa pemrograman paralel 
1. MPI : suatu standar protokol yang digunakan untuk pemograman paralel dan terdistribusi 
2. PVM : sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan jaringan komputer paralel

b. Empat model komputasi 
-SISD
-SIMD
-MISF
-MIMD

2. Implementasi sosial media internet 
   Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tidak terbatas.





Postingan populer dari blog ini

Biografi

Motivasi